SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE .:AL-QUR'AN SUMBER INSPIRASI:.
Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah membuka pendaftaran Santri Baru Putra dan Putri Tingkat SMP/MTs Tahun Pelajaran 2015/2016. Segera bergabung bersama kami, tempat terbatas. Informasi www,miftahunnajah.com, CP. 0813 2885 3114

4 Dec 2008

KITA dan AL-QUR'AN

Alloh swt telah menciptakan manusia dari ketiadaan agar manusia menjadi abdun dan kholifah di muka bumi. Suatu posisi yang sangat istimewa yang dimiliki seorang makhluq terhadap Sang Kholiq. Dan Allohpun tahu bahwa manusia tidak akan bisa melakukan posisi tersebut jika tanpa adanya buku panduan operasional. Maka Alloh melengkapinya dengan Al-Qur’an.

Alloh adalah pencipta manusia, maka hanya Allohlah yang tahu persis karakteristik manusia. Dan Allohpun tahu bahwa hanya dengan hukumNya lah manusia akan selamat. Maka bila kita ingin selamat dan sukses dalam menjalankan posisi mulia tersebut haruslah berpedoman pada Al-Qur’an yang telah diturunkan Alloh


AL-QUR'AN SEBAGAI AL-HUDA
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)

Al-Qur'an sebagai al-huda, yaitu sebagai pedoman dan petunjuk hidup menuju kebahagiaan ganda dunia-akhirat. Manusia tidak akan tersesat selamanya bila berpegang teguh dengan Al-Qur’an sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isro’:9
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.
Rasulullah bersabda, Sesungguhnya aku tinggalkan kepadamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat sesudahku selagi berpegang kepadanya selamanya, yakni kitab Alloh dan Sunnahku, (HR Turmudzi)

AL-QUR'AN SEBAGAI AL-FURQON
Yaitu sebagai pembeda antara yang haq dan yang bathil, antara yang halal dan haram, antara yang baik dan yang buruk
Akal manusia, karena keterbatasannya sering terjebak dalam subyektifitas dan relatifitasnya. Apa yang baik menurut akal seseorang belum tentu baik menurut yang lain. Di sinilah pentingnya al-quran sebagai furqon

AL-QUR'AN SEBAGAI ADZ-DZIKRI DAN AL-BURHAN
Yaitu sebagai peringatan dan pelajaran bagi ummat manusia. Oleh karena itu al-Quran berisi kabar gembira bagi yang mentaatinya dan ancaman bagi yang ingkar serta berisi pelita (penerang) dan bukti kebenaran untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat. Allah berfirman, Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (QS. An-Nisa':174)

KEHARUSAN MEMPELAJARI AL-QUR’AN
Mengingat begitu pentingnya fungsi Al-Qur’an bagi hidup dan kehidupan manusia maka sudah seharusnya ummat Islam mempelajarinya. Sebab bila tidak, tentu tidak mungkin menempatkan Al-Qur’an sebagai fungsi yang semestinya. Sehingga meskipun banyak orang Islam yang membacanya tetapi hanya di bibir saja. Aktifitasnya justru bertentangan dengan Al-Qur’an. Na’udzu billah min dzaalik.

Alloh SWT dalam QS Al-Furqon:30 menceritakan kegelisahan hati Rasulullah dengan firmanNya: Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan"

Siapakah orang yang meninggalkan Al-Quran?
Ibnu Taimiyyah berkata. “Ada 3 golongan orang yang dikatakan meninggalkan Al-Qur’an”, yaitu:
1.Orang yang tidak pernah membaca Al-Qur’an
2.Orang yang membaca Al-Qur’an namun tidak memikirkan isi dan maknanya
3.Orang yang membaca, memikirkan isi dan maknanya tetapi tidak mengamalkannya

Mungkin inilah yang menimpa umat Islam saat ini. Banyak mereka yang menyimpang, berpaling dan membelakangi Al-Qur’an. Maka Alloh akan menjadikan hidupnya sempit dan di akhirat kelak ia akan dikumpulkan dalan keadaan buta sebagaimana firman Allah dalam QS.Thaahaa:124-126
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"
Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".


No comments: